Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Hari ini tanggal 8 Agustus 2026. Saya masih berada di dalam tenda meditasi saya. Dan Sang Tritunggal berkata kepada saya, “Maukah Kamu berbicara dengan Raja Perdamaian?” Tanpa berharap banyak, saya menjawab, “Tentu saja, Yang Mulia, Raja Perdamaian, apa yang bisa saya lakukan hari ini?” Lalu Raja Perdamaian berkata kepada saya, “Tolong, bisakah Anda berbicara dengan Raja Persahabatan?” “Oh!” Hati saya dipenuhi kegembiraan. Saya berkata, “Tentu saja. Tolong, tolong, tolong aturkan sekarang. Tolong aturkan sekarang.” Dan inilah Dia, Raja Persahabatan. Salam, Baginda. Raja Persahabatan juga berkata, “Salam, Raja dari Para Raja dari Para Raja dari Para Raja.” Tuan yang terhormat, saya sungguh, sungguh minta maaf karena tidak dapat berbicara dengan Anda lebih awal, meski hati saya sangat ingin melihat dan bertemu Anda. Terima kasih banyak telah datang ke planet kami. Apakah Anda secara fisik juga tinggal di dunia kami di sini? “Tidak, tidak. Kami berasal dari jauh sangat, sangat jauh.” Seberapa jauh itu, Tuan? “Jaraknya 5.003.006.000.462 tahun cahaya dari sini.” Oh, wow! Astaga! Saya rasa tak seorang pun di planet kami di sini dapat membayangkan seberapa jauhnya itu. Dan pasti butuh waktu lama bagi Anda untuk sampai ke sini, Tuan? “Oh, ya. Namun bagi kami, kami tidak merasa ada jarak dan waktu yang jauh. Kami merasa seperti di rumah sendiri karena kami punya kendaraan yang luar biasa. Anda menyebutnya ‘kendaraan’ di dunia Anda. Jadi, kami merasa sangat nyaman.” Wow! Sungguh negeri yang ajaib, sungguh mimpi yang indah. Terima kasih, Tuan, atas waktu yang Anda luangkan untuk datang menemui kami dan memberikan berkah kepada semua makhluk dan Bumi di dunia kami yang sederhana ini. Semoga TUHAN senantiasa menjaga Anda dan rakyat Anda dalam Rahmat-NYA yang penuh kasih dan berkah. Amin, Tuan. Ya, terima kasih telah meluangkan begitu banyak waktu berharga Anda untuk datang ke sini. Populasi Anda, maksud saya para murid dan pengikut, warga Anda, sebagian dari mereka pada tingkat pencapaian spiritual yang tinggi, telah menyertai Anda. Terima kasih juga kepada Anda semua yang hadir di sini. Dan berapa banyak dari mereka yang masih ada, maksud saya, secara total di planet Anda, di alam spiritual Anda yang mulia? Bisakah Anda memberi tahu kami? “Oh, tentu saja, tentu saja. Populasi kami tidak sebanyak di dunia Anda di sini. Totalnya sekitar 8.420.552 individu di dunia kami. Mereka semua mengirimkan salam dan harapan penuh kasih kepada Anda dan rakyat Anda, makhluk Anda, warga Anda dari segala jenis di planet Anda.” Oh, terima kasih, terima kasih, Tuan, terima kasih banyak. Semoga seluruh warga Anda diberkati selamanya dalam Rahmat TUHAN. Amin. Kami juga mengirimkan harapan terbaik yang tak terbatas kepada rakyat Anda. Bisakah Anda memberi tahu kami mengapa kami mendapat kehormatan untuk menerima Anda di sini? Tentu saja, kami sangat senang menyambut Anda. Hanya saja, dunia kami saat ini sedang dalam keadaan kacau balau. Anda tahu itu. Kami tidak ingin menyebutkannya. Itu tidak akan menambah kegembiraan dalam pertemuan kita. Berapa lama lagi Anda bisa tinggal di dunia kami, Tuan? “Sekitar sepuluh hari lagi.” Wow, ya TUHAN, itu luar biasa, luar biasa. Di dunia kami yang sederhana ini, kami merasa sangat diberkati, sangat terhormat, sangat beruntung bisa menerima Anda. “Oh, tidak, tidak, tidak perlu sungkan. Kami senang datang ke sini.” Oh, maaf sekali, Tuan, karena Anda harus menunggu begitu lama. “Ah, jangan khawatir, jangan khawatir, jangan khawatir. Kami tidak memiliki konsep waktu seperti di planet Anda. Setiap hari hanyalah hari ini. Dan kami juga tidak memiliki konsep ruang. Jadi, kami berada di dunia kami pada saat yang sama ketika kami berada di dunia Anda. Kami harus menyesuaikan di antara kedua dunia tersebut agar kami tidak merasakan adanya jarak atau waktu yang berlalu. Tolong jangan khawatir. Bahkan, kami juga bisa terbang mengelilingi planet Anda dan kami juga bisa menyimpan dunia Anda dalam ingatan kami sehingga warga kami, yang belum mencapai dua dunia-dalam-satu ini, juga dapat melihat apa yang kami lihat. Sebagian besar rakyat kami dapat melihatnya dari dunia kami, seperti apa dunia Anda di sini. Namun, sebagian masih belum dapat melihatnya, jadi kami harus membuat semacam, dalam bahasa Anda, disebut ‘pengantar virtual’, agar rakyat kami juga dapat melihat Anda dan juga dapat melihat dunia Anda.” Wow, wow, wow! Saya berharap orang-orang di dunia kami dapat memiliki kemampuan yang sama seperti orang-orang di dunia Anda seperti itu. Itu akan luar biasa. Itu akan menjadi keajaiban besar bagi mereka. Dan saya merasa lebih… Saya merasa lebih tenang sekarang, mengetahui bahwa Anda tidak harus hanya duduk di suatu tempat di dalam apa yang Anda sebut kendaraan dan menunggu saya. Terima kasih banyak. Terima kasih banyak karena telah membuat saya terbebas dari rasa bersalah. Apa sebutan untuk alam spiritual Anda? Sama seperti kami tahu bahwa dunia Anda disebut “Persahabatan”, dan Anda adalah Raja dari Dunia Persahabatan. Tapi, apa sebutan “persahabatan” dalam bahasa Anda? Anda juga punya bahasa khusus, kan? “Oh, ya, oh, ya, kami punya. Dan di dunia kami, persahabatan diterjemahkan ke bahasa Inggris Anda, kata itu adalah: D-E, De. Dunia kami disebut ‘De’ – ‘Persahabatan’. Dunia kami dalam bahasa kami disebut ‘De’. Jadi, dunia kami adalah ‘Dunia De’ – ‘Dunia Persahabatan’.” Dan nama Baginda adalah? “Ah, nama saya yang sederhana adalah Pu, P-U. Artinya, “sahabat”. Saya adalah sahabat, sahabat Anda, dan sahabat bagi semua. Dalam Nama TUHAN, dalam Rahmat TUHAN, dalam seluruh ciptaan TUHAN.” Baik, terima kasih telah memberi tahu kami semua ini. Ini adalah pengetahuan baru yang luar biasa bagi kami semua. Atas nama semua makhluk di dunia yang sederhana ini, kami berterima kasih kepada Anda karena telah datang kembali untuk menemui kami, memberkati dunia kami, dan membawa energi sukacita tambahan, kekuatan positif, untuk membantu kami dengan cara tertentu mengurangi beberapa kemalangan di dunia kami. Dan tentu saja, Anda sudah tahu alasan mengapa saya tidak bisa segera menemui Anda ketika Anda pertama kali datang, meskipun saya telah menantikannya, itu karena konflik yang sedang berlangsung di dunia kami. Dan saya sangat bersyukur atas kesabaran, toleransi, dan berkah Anda. Terima kasih sekali lagi, Tuan. “Oh, tidak masalah, tidak perlu sungkan. Di Alam Semesta kita dan banyak Alam Semesta lainnya, kita sering kali dapat saling mengunjungi dengan mudah, seolah-olah kita hanya pergi ke ruang tamu kita. Hanya saja, kita tahu bahwa di dunia yang penuh masalah seperti ini saat ini, sulit untuk mendapatkan kesempatan seperti itu, seperti dalam beberapa hari ini, di dalam waktu dunia Anda.” Ya, terima kasih, Tuan, terima kasih banyak. Photo Caption: “Jadilah Penerima KASIH TUHAN”











